Wednesday, April 8, 2026
Google search engine
BerandaFeaturePengabdian Panjang dan Tulus Kompol Florensin Yuliet Nari untuk Papua

Pengabdian Panjang dan Tulus Kompol Florensin Yuliet Nari untuk Papua

NABIRE – Di balik seragam cokelat yang melekat di tubuhnya, tersimpan keteguhan hati yang dibentuk oleh waktu, tanggung jawab dan kesadaran akan arti sebuah pengabdian.

‎Sosok itu adalah Kompol. Florensin Yuliet Nari, SH; seorang Polisi Wanita (Polwan) Orang Asli Papua yang kini mengemban amanah strategis sebagai Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan (Kabid Propam) Polda Papua Tengah.

‎Kepercayaan besar itu resmi disematkan kepadanya oleh Kapolda Papua Tengah pada Senin, 5 Januari 2026.


‎Sebuah penugasan yang bukan sekadar jabatan struktural, melainkan panggilan untuk menjaga marwah dan kehormatan institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia.

‎Bagi Kompol. Florensin, seragam yang dikenakan bukan simbol kekuasaan, melainkan pengingat akan sumpah dan tanggung jawab.

‎Ia menyadari sepenuhnya bahwa setiap keputusan dan langkahnya akan berdampak pada wajah institusi di mata publik.

‎“Secara pribadi saya menyadari memiliki keterbatasan. Namun saya berupaya menjalankan amanah yang diberikan pimpinan Polri, baik Kapolri maupun Kapolda Papua Tengah, sesuai aturan yang berlaku serta berlandaskan Tribrata dan Catur Prasetya,” ujarnya dengan nada tenang, namun sarat keteguhan.



‎Jejak pengabdiannya mencatatkan sejarah tersendiri dimana dirinya diakui sebagai satu-satunya Polwan Orang Asli Papua di Indonesia yang dipercaya menduduki jabatan strategis Kabid Propam.

‎Sebuah capaian yang disyukurinya dengan kerendahan hati, tanpa kehilangan kesadaran akan beratnya tanggung jawab.

‎“Saya bersyukur atas kepercayaan pimpinan yang diberikan. Tanpa dukungan, arahan dan motivasi dari pimpinan, saya tidak akan mampu menjalankan tugas ini dengan baik,” tuturnya tulus.

‎Di lingkup kerjanya, prinsip kepemimpinan Kompol. Florensin terbangun sederhana namun kokoh.

‎Baginya, memimpin berarti terus belajar, membuka diri terhadap kritik serta memastikan setiap fungsi Propam berjalan profesional dan berintegritas.

‎“Integritas adalah fondasi utama dalam menjalankan fungsi Propam. Kami berkomitmen menjaga kehormatan institusi dan kepercayaan masyarakat terhadap Polri,” tegasnya.

‎Lebih dari sekedar menjalankan tugas kedinasan, kehadiran Kompol. Florensin tentunya membawa harapan baru bagi Polwan, khususnya Polwan Orang Asli Papua di Papua Tengah.



‎Ia ingin membuktikan bahwa perempuan memiliki kapasitas, ketangguhan dan kesempatan yang setara dalam institusi Polri.

‎“Polwan memiliki kemampuan dan potensi yang sama. Polwan bisa, Polwan tangguh, Polwan maju dan Polwan jaya,” ucapnya dengan sorot mata yang memancarkan optimisme.

‎Di tengah dinamika tugas, tantangan profesional dan peran sebagai perempuan Papua, Kompol. Florensin Yuliet Nari menunjukkan bahwa pengabdian sejati lahir dari ketulusan.

‎Mengabdi bagi keluarga, institusi dan Bangsa tanpa pernah menanggalkan integritas sebagai fondasi utama setiap langkah pengabdian.

Penulis: Christo L

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments