Wednesday, June 3, 2026
Google search engine
BerandaPapua NewsRASS Papua Resmi Berdiri, Jadi Rumah Besar Masyarakat Adat di Tanah Papua

RASS Papua Resmi Berdiri, Jadi Rumah Besar Masyarakat Adat di Tanah Papua

SORONG – Anggota DPD RI Daerah Pemilihan Papua Barat Daya, Paul Finsen Mayor (PFM), mendeklarasikan berdirinya Rumah Adat Suku-suku Papua (RASS Papua) di Sorong, Papua Barat Daya, Sabtu (30/5/2026).

Organisasi ini dibentuk sebagai rumah besar masyarakat adat Papua yang diharapkan dapat mengayomi seluruh suku yang tersebar di enam provinsi di Tanah Papua.

Deklarasi tersebut dihadiri para pemimpin adat, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, tokoh pemuda, dan tokoh agama dari berbagai wilayah Papua. Kehadiran mereka menjadi simbol komitmen bersama untuk memperkuat persatuan masyarakat adat serta menjaga nilai-nilai budaya yang diwariskan para leluhur.

Menurut PFM yang juga Ketua Dewan Adat Wilayah III Doberay, RASS Papua dibentuk sebagai wadah pemersatu masyarakat adat sekaligus sarana memperjuangkan hak-hak adat yang selama ini menjadi bagian penting dari kehidupan orang asli Papua.

“Kami selaku pemimpin adat, tokoh-tokoh masyarakat, tokoh perempuan, tokoh muda dan tokoh agama di Tanah Papua, dengan rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa dan disaksikan oleh para leluhur pemimpin negeri Tanah Papua serta masyarakat Papua, membentuk dan mendeklarasikan berdirinya Rumah Adat Suku-suku Papua yang disingkat RASS Papua yang berkedudukan di Sorong, Papua Barat Daya sebagai rumah besar masyarakat Papua,” ujar PFM.

PFM menjelaskan, salah satu tujuan utama pembentukan RASS Papua adalah mengembalikan peran dan fungsi struktur adat sebagai fondasi kehidupan masyarakat Papua.

“Masyarakat Papua harus kembali kepada struktur aslinya, yaitu struktur rumah adat. Setiap suku memiliki rumah adat dan struktur adat yang mengatur hak ulayat, silsilah, sejarah, keturunan, serta berbagai aspek kehidupan lainnya. Semua itu harus dijaga, dilindungi, dan dilestarikan demi keberlangsungan adat dan budaya masing-masing suku,” katanya.

Ia berharap keberadaan RASS Papua dapat menjadi perekat persaudaraan antar-suku di seluruh Tanah Papua. Dengan adanya wadah bersama tersebut, masyarakat adat diharapkan semakin solid dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan dan sosial.

“Setelah bersatu dalam RASS Papua, saya berharap tidak ada lagi saling klaim atau saling memusuhi antarsuku. Kita harus bergandengan tangan untuk menjaga, melindungi, melestarikan budaya, serta membangun sumber daya manusia Papua agar semakin maju dan berdaya saing,” tegasnya.

Menurut PFM, persatuan masyarakat adat juga penting untuk mendukung pembangunan yang berpihak kepada kepentingan orang asli Papua di enam provinsi yang ada saat ini.

“Supaya kita semua bersatu mendukung pembangunan yang benar-benar memihak kepada masyarakat adat Papua di seluruh Tanah Papua,” lanjutnya.

Deklarasi RASS Papua mendapat sambutan positif dari berbagai kepala suku dan tokoh adat yang hadir. Mereka menilai kehadiran organisasi tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat persatuan masyarakat adat Papua sekaligus memperjuangkan pemenuhan hak-hak adat sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Otonomi Khusus Papua.

Para tokoh adat berharap RASS Papua dapat menjadi wadah yang mampu menyatukan aspirasi masyarakat adat, menjaga warisan budaya leluhur, serta memastikan pembangunan di Tanah Papua berjalan dengan tetap menghormati hak, martabat, dan kearifan masyarakat adat setempat.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments