SORONG – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Papua Barat secara resmi meluncurkan logo Musyawarah Daerah (Musda) ke-6 yang akan digelar di Kabupaten Kaimana pada November 2025 mendatang.
Peluncuran logo tersebut berlangsung, Rabu (29/10/2025) bersamaan dengan pelantikan pengurus Badan Pengurus Cabang (BPC) HIPMI Kabupaten Sorong, Tambrauw, Sorong Selatan dan Maybrat periode 2025–2028 di Aimas Hotel, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya.
Ketua Umum HIPMI Papua Barat, William Heinrich kepada awak media mengatakan bahwa peluncuran logo Musda ke-6 ini bukan hanya simbol kegiatan organisasi tetapi juga momentum bersejarah yang menandai berakhirnya kebersamaan HIPMI dalam satu wilayah sebelum pemisahan secara administratif antara Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya.
“Logo yang kami launching tadi merupakan logo Musda ke-6 HIPMI Papua Barat yang akan diselenggarakan di Kaimana bulan November. Saya memilih launching-nya di Sorong Raya karena ini sekaligus menjadi momen perpisahan antara Papua Barat dan Papua Barat Daya,” jelas William.
William menegaskan, sesuai amanah Musyawarah Nasional HIPMI tahun 2022, struktur organisasi HIPMI di tingkat provinsi akan mengikuti pembagian wilayah administrasi baru.
Dengan demikian, ke depan HIPMI – Papua Barat dan HIPMI – Papua Barat Daya akan berdiri sendiri-sendiri.
“Provinsi sudah terpisah, maka HIPMI pun mengikuti. Sesuai amanah Munas 2022, Musda untuk Papua Barat dan Papua Barat Daya akan berbeda karena sudah menjadi dua provinsi. Saya selaku Ketua HIPMI Papua Barat yang masih membawahi dua wilayah ini, menyelesaikan tugas-tugas terakhir di Papua Barat Daya, termasuk pelantikan BPC di Sorong Raya,” ujarnya.
Ia menambahkan, dalam waktu dekat akan ditunjuk Ketua Karateker HIPMI Papua Barat Daya untuk mempersiapkan musyawarah daerah perdana bagi provinsi baru tersebut.
“Pelaksanaannya nanti akan ditentukan oleh Ketua Karateker Papua Barat Daya,” tambah William.
Pelantikan 4 (empat) BPC – HIPMI di Sorong Raya sekaligus peluncuran logo Musda ke-6 ini menjadi tonggak penting dalam proses regenerasi dan konsolidasi pengusaha muda di wilayah Papua Barat dan Papua Barat Daya.
Selain memperkuat jaringan antar-daerah, kegiatan ini juga menjadi simbol transisi menuju era baru kemandirian HIPMI di kedua provinsi tersebut.
Penulis : Christo L


