Wednesday, April 8, 2026
Google search engine
BerandaEkonomi & BisnisBerjuang untuk Generasi Muda Papua, Senator PFM Dirikan SMK Papua Bangkit

Berjuang untuk Generasi Muda Papua, Senator PFM Dirikan SMK Papua Bangkit

SORONG – Senator asal Papua Barat Daya, Paul Finsen Mayor, terus menunjukkan komitmennya dalam memperjuangkan masa depan anak muda Papua melalui pendidikan vokasi. Salah satu wujud nyata dari semangat tersebut adalah dorongannya terhadap pengembangan SMK Papua Bangkit, sekolah kejuruan yang berfokus pada bidang migas dan pertambangan, dua sektor strategis yang menjadi tulang punggung ekonomi di tanah Papua.

Bagi Paul, pendidikan vokasi bukan sekadar jalur alternatif, melainkan fondasi penting bagi kemandirian daerah. “Kita tidak bisa terus bergantung pada tenaga kerja dari luar. Anak-anak Papua harus diberi kesempatan dan kemampuan agar bisa menjadi pelaku utama di sektor sumber daya alamnya sendiri,” ujarnya di Sorong, Senin (17/10/2025).

Sekolah yang Lahir dari Gagasan Pemberdayaan

Gagasan pendirian SMK Papua Bangkit muncul dari keprihatinan Paul terhadap rendahnya akses pendidikan teknis di wilayah Papua Barat Daya. Menurutnya, banyak anak muda di wilayah kaya sumber daya alam itu yang belum memiliki keterampilan sesuai kebutuhan industri migas dan pertambangan.

Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk tokoh pendidikan, pemerintah daerah, dan dunia usaha, SMK Papua Bangkit mulai dirancang sebagai pusat pelatihan vokasi berbasis potensi lokal. Sekolah ini diharapkan mampu mencetak tenaga kerja terampil yang siap bersaing dan berkontribusi dalam pembangunan daerah.

“Nama Papua Bangkit bukan sekadar slogan. Ini simbol semangat baru agar generasi Papua bangkit dengan pengetahuan dan keterampilan,” kata Paul.

Menyiapkan SDM Lokal untuk Masa Depan

Kurikulum di SMK Papua Bangkit disusun dengan menitikberatkan pada praktik lapangan dan kerja sama industri. Siswa dibekali kompetensi di bidang teknik pengeboran, pengelolaan sumber daya alam, hingga keselamatan kerja industri.

Selain itu, sekolah juga menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan cinta terhadap tanah Papua.

Paul Finsen Mayor menilai, investasi pada sumber daya manusia adalah kunci agar Papua Barat Daya tidak hanya menjadi wilayah penghasil, tetapi juga pengelola sumber daya alamnya sendiri. “Kita ingin anak-anak Papua menjadi insinyur, teknisi, dan ahli di tanahnya sendiri, bukan hanya penonton,” tegasnya.

Inisiatif ini disambut baik oleh berbagai kalangan. Pemerintah daerah melihat SMK Papua Bangkit sebagai langkah strategis untuk mengurangi angka pengangguran muda dan memperkuat ekonomi daerah. Sementara itu, masyarakat menyambut dengan antusias karena sekolah ini memberi harapan baru bagi anak-anak mereka untuk memiliki masa depan yang lebih cerah.

Sebagai senator, Paul berjanji akan terus mengawal dukungan kebijakan dan anggaran agar sekolah-sekolah vokasi di Papua Barat Daya, termasuk SMK Papua Bangkit, mendapatkan perhatian serius dari pemerintah pusat.

“Pendidikan adalah bentuk kedaulatan. Kalau anak-anak kita cerdas dan terampil, maka Papua akan berdiri di atas kakinya sendiri,” pungkas Paul.

Penulis: Andre R

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments